Petani Jatim Respon Positif Pembatasan Pupuk Subsidi Menjadi Urea dan NPK

Menyikapi fluktuasi harga pangan dan energi dunia, Pemerintah melalui Departemen Pertanian mengeluarkan Peraturan (Kementerian Pertanian) No. 10 yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Peruntukan dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi di Sektor Pertanian.

Salah satu isi peraturan tersebut adalah hanya pupuk bersubsidi urea dan NPK yang diberikan kepada petani. Kedua jenis pupuk ini dipilih karena diyakini sangat cocok untuk kondisi lahan pertanian yang membutuhkan unsur hara makro esensial.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Kebijakan pemberian subsidi pupuk urea dan NPK ini juga disambut baik oleh para petani di Jawa Timur. MEREKA berharap dengan terbatasnya jumlah pupuk bersubsidi, kelangkaan di lapangan tidak terulang kembali seiring dengan pengurangan jenis pupuk yang disubsidi oleh pemerintah.

“Saya kira kedua jenis pupuk tersebut baik dan tepat untuk menjaga ketahanan pangan pokok,” kata M. Fahri, 47, petani asal Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Bupati.

Fahri mengatakan, kedua jenis pupuk tersebut sangat baik untuk semua jenis tanaman, mulai dari pangan hingga hortikultura hingga perkebunan. Pupuk Urea dan NPK juga memiliki manfaat dan fungsi yang sama bagi tanaman.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Misalnya, pupuk NPK mengandung tiga unsur hara makro, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. lebih hijau dan segar, mempercepat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, meningkatkan kandungan protein, meningkatkan jumlah tunas, menambah cabang tanaman dan hasil panen.

Manfaatnya hampir sama, hanya saja pupuk urea bisa meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan hama,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.