Lulusan Terbaik ITPLN Bisa Langsung Kerja di PLN, Begini Penjelasannya

Pergeseran penggunaan energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT) merupakan suatu keniscayaan, terutama di tengah percepatan pemanasan global. Termasuk bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang akan merasakan dampak kenaikan suhu global yang sangat parah.

Transisi ke EBT membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Di sini Institut Teknologi PLN (ITPLN) berperan untuk menghasilkan lulusan yang ahli di bidang energi baru dan terbarukan.

Visi kami menjadi universitas bertaraf internasional yang unggul, mandiri dan modern di bidang energi dan teknologi hijau,” kata Rektor Institut Teknologi PLN Iwatag dalam talk show Garniwa, di Freiner Jakarta (3/6).

ITPLN merupakan hasil transformasi dari Sekolah Tinggi Teknik PLN pada tahun 2020. Bersama ini IT PLN membangun fakultas yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Kami memiliki fakultas ketenagalistrikan dan energi terbarukan, telematika energi, infrastruktur dan teknologi daerah serta fakultas teknologi energi dan ekonomi,” jelasnya.

“Seluruh Civitas Akademika ITPLN harus memasukkan visi kampus ke dalam kurikulum dan kurikulum fakultas masing-masing,” imbuh Iwa.

Meski menyandang nama PLN, Iwa beralasan bahwa ITPLN bukanlah sekolah resmi. Kampus tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan industri lain, termasuk di luar sektor energi.

Kami sudah memiliki lebih dari 100 MOU dengan semua perusahaan, bukan hanya perusahaan energi. PLN memberikan kesempatan kepada mahasiswa ITPLN untuk magang dimana saja,” ujarnya.

Menjadi pegawai PLN

Namun tentunya ada keistimewaan yang didapat lulusan ITPLN untuk bergabung dengan BUMN Ketenagalistrikan.

“Mulai tahun ini akan ada program pembelian langsung, sehingga membuka peluang bagi lulusan ITPLN terbaik untuk menjadi pegawai PLN,” kata Iwa.

PLN juga menawarkan program beasiswa berupa biaya kuliah bagi mahasiswa ITPLN yang berprestasi. “Selain program pembelian langsung, PLN juga akan menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa ITPLN berprestasi berupa SPP dan uang jajan bus semester 3 kepada mahasiswa yang lulus,” imbuhnya.

Selain itu, mahasiswa dan dosen ITPLN diberi kesempatan untuk melakukan penelitian di Puslitbang PLN.

Laut Iwa membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia yang handal untuk mempercepat proses transisi EBT. Mengingat penggunaan energi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan.

“Lebih dari 60 persen pembangkit listrik kami menggunakan batu bara. Di sisi lain, hampir semua rumah tangga kita menggunakan gas. Meskipun gas ini akan diperkenalkan, jika pasokannya kurang, harga gas akan naik,” kata Iwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.